Peninggalan Lontar dalam Sejarah Bali Kuno

Peninggalan Lontar-Lontar Dalam Sejarah Bali Kuno
Pulau Bali dengan corak kebudayaan yang khas telah menarik perhatian seluruh dunia terutama kalangan wisatawan dan ilmuwan. Di Bali banyak ditemukan peninggalan-peninggalan budaya, diantaranya yang terkenal adalah naskah-naskah kuno yang disebut lontar. Lotar-lontar yang jumlahnya ribuan perlu diselamatkan karena merupakan sumber yang sangat penting dalam usaha mempelajari kebudayaan Indonesia kuno, khususnya kebudayaan Bali.

Sejarah Bali kuno mencakup kurun waktu dari abad ke-8 masehi sampai abad ke-14 masehi dengan pusat kerajaan disekitar pejeng dan Bedahulu, kabupaten Gianyar. Berdasarkan Kurun waktu tersebut diusahakan memilah lontar yang jumlahnya ribuan. Lontar-lontar yang ada dapat dikelompokkan kedalam jaman Bali Kuno dan yang termasuk Bali Pertengahan (Bali-Majapahit). Penemuan lontar yang demikian banyaknya TErsimpan diberbagai perpustakaan seperti Gedong Kirtya, Fakultas Sastra, Museum Bali, Koleksi Perseorangan di Geria dan puri di Bali. Berdasarkan telaah bahasa, hurufnya, bentuk gubahannya, maka pada tulisan ini akan dikemukakan beberapa buah lontar di Bali yang diduga tergolong tua. Lontar-lontar itu sebagai berikut :
1. Bhuwana Koca.
2. Sang Hyang Kamahayanika.
3. Sang Hyang Tatwajnana.
4. Kusuma Dewa.
5. Tantu Panggelaran.
6. Brahmanda Purana.
7. Dewa Tatwa.

About baline

Cerita Cerita Anak Bali
This entry was posted in Lontar Bali and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s