Yoga

Berasal dari akar kata yuj, mengikat bersama, yoga berarti mengikat kekuatan psikik (mental) seseorang, menyeimbangkan dan menguatkannya. Yoga dipakai di dalam demikian banyak pengertian, akan tetapi maknanya berarti baik jalan maupun tujuan yang hendak dicapai, sama seperti kata dhamma di dalam Buddhisme (bahasa Palawa untuk dharma).

Dengan mengumpulkan bersama serta memanfaatkan kekuatan kita melalui pemusatan yang intense dan kepribadian, kita memaksakan jalur ego yang sempit kepada kepribadian yang transenden. Jiwa membebaskan dirinya dan belenggu raga jasmani dan mencapai keberadaannya yang paling dalam.

Persatuan dalam kemanusiaan.
Yoga-yoga yang berbeda adalah penerapan khusus dan disiplin yang cii alam yang menuju ke arah pembebasan jiwa dan pemahaman baru mengenai persatuan dan arti kemanusiaan. Semua hal yang berhubungan dengan disiplin ini disebut yoga dan kesempurnaan pada tingkat manusia adalah kewajiban yang mesti dicapai melalui usaha yang sadar.

Demikian luasnya hal yang dicakup di dalam agama Hindu dan hal yang paling mencengangkan adalah adanya kesamaandan konsistensi antara yang dikatakan oleh salah satu disiplin yoga dibandingkan dengan yang lainnya. Dan sungguh tepat pengandaian tentang pendakian gunung dari berbagai arah di mana ketika sampai di puncak kita akan menikmati pemandangan yang sama.

Apa yang diceriterakan di dalam Bhagavad Gita adalah yogasastra, Sebuah tuntunan bagaimana seharusnya manusia di marcapada ini berbuat dan bertindak sehingga tetap agamis dan menuju ke arah pembebasan (moksa, mukti); pemahaman ini memastikan bahwasanya kehidupan rohani dengan kehidupan di dunia nyata ini tidaklah bertentangan, malah kehidupan duniawi ini seharusnyalah memperoleh tuntunan dari hal-hal yang bersifat rohani.
Kalau pemahaman seperti ini diyakini oleh para pemimpin agama non- Hindu/Buddha maka tentu saja mereka akan mengatakan bahwa yoga tidaklah bertentangan dengan kaedah agama yang mereka anut. Lantas dari mana datangnya penyebab pelarangan praktek yoga di Malaysia dan oleh MUI di negara kita?

Matahari dan Bulan.
Hal ini berkaitan erat dengan hatha yoga dan yoga asana yang populer dan bahkan banyak diminati terutama oleh para intelektual dan pelaku business. Di sini terjadi pula semacam kesalah-pahaman mengenai penerapan mantra atau doa di dalam aplikasinya.
Hatha yoga berasal dari suku kata ha dan tha yang berarti matahari dan bulan, prana dan apana. Di dalam Tantra dikatakan bahwa prana (yang bersemayam pada jantung) menarik apana (yang berada pada muladara-cakra, cakra paling bawah) dan sebaliknya apana menarik prana, bagaikan burung elang yang terikat pada tali akan kembali ketika dia mau terbang menjauh.

Keduanya melalui ketidak-cocokan di antara mereka, mencegah salah satunya untuk meninggalkan raga jasmani kita, sebab ketika keduanya setuju untuk pergi, berarti kita sebagai pemilik raga akan mati. Persatuan di antara keduanya di dalam sumsumna dan proses ke arah itu disebut pranayama, dan ketika hal itu terjadi, samadhi (meditasi) sesungguhnya dicapai. Karena itulah sebenarnya hatha-yoga adalah pengetahuan tentang azas hidup dan memakai ungkapan ini untuk menjelaskan mengenai berbagai bentuk prana.

Prana (azas hidup) di dalam raga perseorangan adalah bagian dari nafas semesta. Karena itulah diupayakan untuk menyeimbangkan azas hidup perseorangan, pinda atau vyasti-pinda dengan azas-hidup atau fas-kosmis, brahmanda atau samastiprana. Hasilnya adalah jiwa raga yang kuat dan sehat. Harmonisasi dan nafas membantu harmonisasi dan pikiran dan karena itu memudahkan pemusatannya.

Hatha-yoga sebagian besar adalah olah jasmani (asana) dan di dalam disiplin ini (seperti juga didalam Tantra) diyakini bahwasanya melalui hal yang bersifat fisik kita sesungguhnya bisa mengatur dan mengubah hal-hal yang bersifat halus yang di dalam. Praktek dan latihan yang berhubungan dengan hatha-yoga memiliki 7 bagian atau manfaat: pembersihan (sodhana), kekuatan atau keteguhan (drdhata), keteguhan hati (sthirata), kemantapan fikiran (dhairya), tubuh menjadi ringan melalui pranayama (laghava), realisasi (pratyaksa) melalui meditasi (dhyana) dan tiadanya keterikatan (nirliptatva).

Tujuan akhir Persatuan Atman dengan Tuhan
Akan tetapi walaupun olah-jasmani, tahap akhir dan hatha-yoga adalah tetap samadhi (dhyana) yaitu persatuan daripada atman dengan paramatman, jiwa kita ini dengan Yang Maha Kuasa dan hal ini dengan jelas dikatakan oleh para rsi yang sudah pernah mengalami-Nya (anubhava); sama dengan pembebasan (mukti, moksa) seperti yang dijelaskan di atas.
Seperti dikatakan bahwa tujuan dan Rg.Veda adalah menjadikan manusia seperti Dewata (Hyang Widhi) melalui perbuatannya (devo bhutva devan apyeti) atau ungkapan, ‘Wahai Indra, ijinkanlah aku menjadi Anda,’ atau ucapan Vamadewa ketika merasakan dirinya bersatu dengan semua makhluk, ‘aku adalah Manu, aku adalah Surya,’ serta tentu saja ungkapan termashur ‘aku adalah brahman.’

Hal-hal seperti ini tentu sajalah tidak sesuai dengan ajaran umum Islam sehingga orang-orang seperti Al Hallajj (dan Syech Siti Jenar, red) harus dihukum bunuh. Belum lagi di dalam latihan yang benar sebagai seorang sisya, penghormatan kepada Siva (yang menurunkan hatha-yoga ini) serta kepada guru tentu saja nyata-nyata tidak sesuai dengan ajaran non-Hindu! Buddha.

Hal ini harus jelas jelas dikatakan sebab kita seharusnya tidak ingin seseorang menjadi seperti kita melalui pembohongan atau penipuan. Sangat penting.untuk menjelaskan apa adanya, boleh diterima atau boleh tidak, sebab sepanjang sejarah Hindu yang paling utama adalah pencarian kebenaran dan bukan bertahan di dalam kepercayaan.

Ke-populer-an yoga (terutama hatha -yoga) sekarang di seluruh dunia (bahkan di negara-negara yang mayoritasnya Islam seperti Indonesia dan Malaysia) tentu saja tidak mengakar secara mendalam seperti pemahaman yang kita ceriterakan di atas; walaupun dia bukanlah sekedar fad (mode) yang datang dan kemudian menghilang.

Tidak sedikit orang di seluruh dunia yang merasakan manfaat (kesehatan)-nya. Yang agak menonjol adalah tidak sedikit dari apa yang kita jumpai sekarang adalah bentuk hatha-yoga atau asana bahkan samadhi yang sudah mengalami semacam modifikasi, ‘diformat ulang’ (di Barat) sehingga menjadi sesuatu yang menarik dan bisa menghasilkan uang (yang banyak).

Di tempat-tempat seperti ini memang ada kalanya hal-hal yang ‘berbau’ Hindu dihilangkan akan tetapi tidak jarang orang-orang yang non-Hindu menyukai berbagai kebiasaan yang di dalam keadaan normal tentu bisa disebut musyrik. Misalnya saja (yang kadang-kadang menggelikan) . adalah ketika sang guru (trainer) memulai latihannya dengan menyiratkan air suci (tirta) sambil mengatakan, holy water, holy water …………

Secara keseluruhan kecenderungan mode seperti ini sesungguhnya bisa dianggap hanya sekedar seperti latihan olahraga biasa, semacam aerobik ala India yang (memang) semata-mata untuk kepentingan kesehatan dan kita harapkan bahwasanya para ulama di dalam MUI bisa menerimanya.

Rangkaian manfaat hatha-yoga adalah sisi lain dan astanga-nya (delapan tangga atau tahap) Patanjali, yang memberikan urutan duduk yang benar, bernafas yang benar, menempatkan fikiran yang benar dst.

Hatha -yoga juga tidak menyebutkan mengenai tenaga positif/negative. Jadi tidak sama dengan Taichi di mana di dalam satu jurus kedua unsur itu ada. Perlu juga ditegaskan bahwa di dalam sistimatikanya Patanjali yang paling penting di antara nyama adalah ahimsa, sedang di antarayama adalah mitahara (makan tidak berlebihan). Hal ini menyangkut pola makan yang sedapat mungkmn harus selamanya satvika.

Jadi tidak benar seperti iklan di TV di mana seorang ‘pakar yoga’ mengatakan bahwa latihan yoga bersama dengan minum teh-celup (merek tertentu) adalah bagus. Teh memberi rangsangan dan karena itu sudah pasti bersifat tamasika di samping teh-celup adalah abu/debu teh (tea-dust), Sedang yang bermanfaat untuk pengobatan adalah daun teh (tea-leaves).
Pemahaman prana di dalam yoga dengan di dalam Reiki juga tidak sama, sebab di dalam yoga tidak dijelaskan mengenai prana yang bisa dipindahkan (di transfer). Di dalam yoga, prana adalah azas-hidup dan kalau ada orang yang bisa memanipulirnya niscaya orang yang demikian tidak akan bisa mati!

Pranayama: bernafas yang benar.
Olah jasmani apa saja yang dilakukan di dalam hatha-yoga? Dalam arti harfiahnya, yang dimaksud dengan asana adalah bagaimana atau dengan cara seperti apa kita menempatkan tubuh! raga kita? Apa tempat berpijaknya? Ada 8,400,000 jenis asana akan tetapi yang terpenting jumlahnya 33. Asana dengan pranayama berhubungan sangat erat. Kalau kita melakukan asana dengan benar maka kita dengan sendirinya akan bernafas pranayama.

Yang terakhir ini adalah pernafasan perut (1) di mana kita menarik dan mengeluarkan nafas melalui kedua lubang hidung (2); di sini kita kembali kepada azas ha (matahari) dan tha (bulan) di mana dipastikan bahwa di dalam keadaan normal, kita bernafas secara bergantian dan salah satu lubang hidung (alternate breathing) masing-masing selama 45 menit; (lama) waktu ini adalah jam (muhurta) di dalam Hindu. (Pernafasan melalui) lubang hidung kanan adalah matahari sedang dari lubang kiri adalah bulan, keduanya memiliki pengaruh dominan atas keseluruhan kehidupan.

About baline

Cerita Cerita Anak Bali
This entry was posted in Yoga dan Meditasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s