Pura Besakih

Pura Besakih
Lambang Langit dan Bumi

DALAM  Mantra Yajurveda XXXX. I dinyatakan sthana Tuhan yang sebenarnya adalah alam semesta. Penjelasan perihal alam semesta sebagai sthana Tuhan dinyatakan kembali dalam kitab Isopanisad I.1. Karena itu semua tempat pemujaan umat Hindu yang disebut pura atau mandira itu adalah simbol alam semesta. Demikian juga Pura Besakih simbol alam semesta ini.

Di Pura Besakih alam semesta divisualisasikan dalam berbagai dimensi. Misalnya di Panataran Agung di Mandala Kedua hulunya Salu Panjang atau sering juga disebut Bale Agung ada palinggih Ider Bhuwana. Salu Panjang itu bertiang 24 di kanan Balai Pawedaan yang sering disebut Balai Gajah. Bangunan yang disebut palinggih Ider Bhuwana itu melambangkan bahwa alam ini adalah satu dan bulat adanya. Karena itu disebut Anda Bhuwana yang artinya alam yang bentuknya bulat seperti telur. Kata anda dalam bahasa Sanskerta berarti telur dan bhuwana berarti alam seperti planet-planet isi ruang angkasa ini.

Di samping alam dilukiskan satu dan bundar oleh palinggih Ider Bhuwana, alam juga dilukiskan sebagai alam bawah dan alam atas. Alam bawah di Pura Besakih divisualisasikan sebagai ”Soring Ambal-Ambal”. Sedangkan alam atas divisualisasikan “Luhuring Ambal-Ambal”. Komplek Pura Besakih ada yang digolongkan pura di Soring Ambal-Ambal dan
ada Pura yang tergolong di Luhuring Ambal-Ambal.

Pura yang tergolong di Soring Ambal Ambal antara lain Pura Pesimpangan, Pura
Manik Mas, Pura Bangun Sakti, Pura Merajan Selonding, Pura Gua Raja, Pura Rambut Sedana, Pura Basukian, Pura Dalem Puri, Pura Jenggala, Pura Banua dan Pura Merajan Kanginan. Pura yang tergolong di Luhuring Ambal Ambal adalah Pura Penataran Agung Besakih, Pura Batu Madeg, Pura Gelap, Pura Kiduling Kreteg, Pura Ulun Kulkul, Pura Peninjauan, Pura Tirtha, Pura Pengubengan, dan Pura Pasar Agung di Desa Sebudi. Kompleks : Pura Besakih ini sering disebut kompleks 18 pura. Hal ini disebabkan Pura Goa Raja dan Pura Rambut Sedana dianggap satu kompleks.

Pura Soring Ambal-Ambal lambang keberadaan alam bawah yang disebut Sapta
Patala yang berarti tujuh lapisan alam bawah. Sedangkan Pura-Luhuring Ambal-Ambal lambang keberadaan alam atas dan pemujaan Tuhan Yang Mahakuasa. Alam atas itu disebut Sapta Loka yang divisualisasikan di tujuh lapis atau Mandala Pura Penataran Agung Besakih. Pusat palinggih di Pura Soring Ambal-Ambal adalah di Pura Merajan Selonding di
Pelinggih Gedong. Di Pelinggih Gedong di Merajan Selonding itulah disimpan segala pratima atau arca pemujaan semua pura yang tergolong Pura Soring Ambal-Ambal. Palinggih
Gedong di Merajan Selonding inilah sebagai simbol sentralnya alam bawah. Sedangkan
semua pratima, prasasti, dan sarana lainnya dan semua pura yang tergolong Luhuring Ambal-Ambal disimpan di palinggih Kehen yang ada di petak atau Mandala Ketiga Pura Penataran Agung Besakih. Palinggih Kehen ini berbentuk meru dengan atapnya tumpang tiga. Palinggih Kehen inilah simbol pusat alam atas atau Luhuring Ambal-Ambal.

Mengapa perlu ada dua kelompok pura di kompleks Pura Besakih? Hal ini menandakan bahwa ajaran Hindu tidak hanya menanamkan ajaran untuk percaya dan takwa pada keberadaan dan kemahakuasaan Tuhan. Tetapi lebih dari itu kepercayaan dan ketakwaan umat Hindu pada Tuhan harus didayagunakan untuk memahami keberadaan alam dan semua ciptaan-Nya untuk memajukan hidup dan kehidupan ini. Tuhan dipuja sebagai jiwa dan sumber alam bawah dan alam atas. Pemujaan itu untuk menghindari adanya keyakinan bahwa Tuhan hanya ber-stana di pura bahkan ada yang menduga Tuhan hanya ada di langit. Hal ini mungkin menyebabkan banyak orang yang berbuat seenaknya di bumi ini karena Tuhan hanya ada di langit; hanya kadang-kadang datang ke bumi.

Saat memuja memang disimbolkan Tuhan berstana di pura untuk memudahkan pelatihan untuk berkonsentrasi. Tetapi dalam filosofinya Tuhan itu ada di mana-mana. Dengan adanya keyakinan bahwa Tuhan ada di alam bawah dan alam atas itu umat manusia dapat juga memahami bahwa unsur-unsur alam itu dapat berfungsi karena ada Tuhan di alam tersebut. Magma yang merupakan sumber api di perut bumi itu sebagai unsur alam yang menyebabkan adanya kesuburan di bumi. Demikian juga Tuhan ada juga di tanah sehingga tanah menjadi sumber bahan makanan yang tidak habis-habisnya tentunya kalau hak asasi alam dari tanah itu tidak diganggu manusia. Karena itu memuja Tuhan sebagai dewa tanah untuk menanamkan pemahaman akan perlunya tanah dijaga agar tidak diganggu fungsinya dalam menciptakan bahan makanan. Karena itu Tuhan dipuja sebagai dewa tanah yang disebut Dewa Ananta Bhoga. Kata ananta bhoga berarti makanan yang tiada habis-habisnya. Tanah yang tidak diganggu kesuburannya oleh manusia akan mendatangkan bahan makanan yang tidak habis-habisnya.

Ada juga pura untuk memuja Tuhan sebagai dewa air ini untuk menanamkan pemahaman umat agar tidak merusak eksistensi air sebagai salah satu sumber kehidupan umat manusa. Syukurlah Tuhan menciptakan air. Tidak ada kehidupan tanpa air. Tuhan sebagai dewa air dipuja sebagai Sang Hyang Basuki. Basuki berarti rahayu atau selamat. Tanpa air tidak ada keselamatan.

Demikian juga, pura di Luhuring Ambal-Ambal ada yang disebut Pura Ulang Alu dan Pura Ratu Subandar. Hal ini untuk mengarahkan pada mereka yang melakukan usaha perdagangan dalam negeri dan luar negeri agar berdagang sesuai dengan norma-norma berdagang yang benar, baik dan bermoral; tidak menipu pelanggan, tidak memalsu barang baik kualitasnya maupun timbangannya.

Ada juga palinggih Widyadhara dan Widyadharii yang berarti Tuhan sebagai dewa ilmu pengetahuan. Demikianlah seterusnya bahwa adanya kelompok Pura Soring Ambal-Ambal dan Luhuring Ambal-Ambal sebagai simbol untuk menanamkan pemahaman bahwa Tuhan itu ada di mana-mana termasuk ada di langit maupun di bumi. Dengan demikian pemujaan Tuhan agar dapat didayagunakan untuk membangun moral luhur untuk menjaga kesucian bumi dan langit agar tidak terpolusi akibat perilaku negatif manusia

About baline

Cerita Cerita Anak Bali
This entry was posted in Pura Hindu and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s