Reset Password Joomla

sering kali saya lupa password administrator dari website tersebut.

Untuk mereset password joomla, caranya sangat mudah. Masuk ke phpmyadmin atau mysql client tools lainnya.

Username dan password user Joomla ada di dalam table jos_users. Edit pada username yang ingin di-reset passwordnya.

Pada Field password, pilih Function: MD5 lalu pada Value masukkan password baru anda. Setelah itu Go. Selesai!

Kini anda bisa login menggunakan password yang baru.

Posted in Joomla Site | Tagged | Leave a comment

Panca Aksara

Bentuk Endih Leak

Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali.
Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu ada?, apa betul leak itu menyakiti? Secara umum leak itu tidak menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat. Karena ilmu leak juga mempunyai etika-etika tersendiri. Tidak gampang mempelajari ilmu leak. Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu leak. Di masyarakat sering kali leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu. Ilmu leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali.

Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh. Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya.Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar. Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu leak ini memang rahasia.

Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari. Namun zaman telah berubah otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan sesuai dengan zamannya. Namun esensinya sama dalam penerapan. Yang jelas ilmu leak tidak menyakiti. Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa. Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat seringkali dicap sebagai ilmu leak. Seperti yang dikatakan diatas leak itu memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih leak. Endih leak ini biasanya muncul pada saat mereka lagi latihan atau lagi bercengkrama dengan leak lainnya baik sejenis maupun lawan jenis.Munculnya endih itu pada saat malam hari khususnya tengah malam. Harinya pun hari tertentu tidak sembarangan orang menjalankan untuk melakukan ilmu tersebut.

Mengapa ditempat angker? Ini sesuai dengan ilmu leak dimana orang yang mempelajari ilmu ini harus di tempat yang sepi, biasanya di kuburan atau di tempat sepi. Endih ini bisa berupa fisik atau jnananya (rohnya) sendiri, karena ilmu ini tidak bisa disamaratakan bagi yang mempelajarinya.Untuk yang baru-baru belajar, endih itu adalah lidahnya sendiri dengan menggunakan mantra atau dengan sarana. Dalam menjalankan ilmu ini dibutuhkan sedikit upacara. Sedangkan yang melalui jnananya (rohnya), pelaku menggunakan sukma atau intisari jiwa ilmu leak. Sehingga kelihatan seperti endih leak, padahal ia diam di rumahnya. Yang berjalan hanya jiwa atau suksma sendiri. Bentuk endih leak ini beraneka ragam sesuai dengan tingkatannya. Ada seperti bola, kurungan ayam, tergantung pakem (etika yang dipakai). Ilmu ini juga memegang etika yang harus dipatuhi oleh penganutnya.

Endih leak ini tidak sama dengan sinar penerangan lainnya, kalau endih leak ini biasanya tergantung dari yang melihatnya. Kalau yang pernah melihatnya, endih berjalan sesuai dengan arah mata angin, endih ini kelap-kelip tidak seperti penerangan lainnya hanya diam.

Warnanya pun berbeda, kalau endih leak itu melebihi dari satu warna dan endih itu berjalan sedangkan penerangan biasanya warna satu dan diam. Karena endih leak ini memiliki sifat gelombang elektromagnetik mempunyai daya magnet. Ilmu leak tidak menyakiti. Orang yang kebetulan melihatnya tidak perlu waswas.Bersikap sewajarnya saja. Kalau takut melihat, ucapkanlah nama nama Tuhan.Endih ini tidak menyebabkan panas.

Dan endih tidak bisa dipakai untuk memasak karena sifatnya beda. Endih leak bersifat niskala, tidak bisa dijamah.

Leak Shoping di Kuburan

Pada dasarnya, ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut leak. Yang ada adalah “liya, ak” yang berarti lima aksara (memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu). Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma.
* Si adalah mencerminkan Tuhan
* Wa adalah anugrah
* Ya adalah jiwa
* Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
* Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa Kekuatan aksara ini disebut panca gni (lima api). Manusia yang mempelajari kerohanian apa saja, apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya (aura). Cahaya ini keluar melalui lima pintu indria tubuh yakni telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan. Pada umumnya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut.

Sehingga apabila kita melihat orang di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut orang tersebut.

Pada prinsipnya, ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang. Yang dipelajari adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontaksi batin agar badan astra kita bisa keluar. Ini pula alasannya orang ngeleak. Apabila sedang mempersiapkan puja batinnya disebut angeregep pengelekasan. Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum disebut endih. Bola cahaya melesat dengan cepat. Endih ini adalah bagian dari badan astral manusia (badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu)

Di sini pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain.
Jangan salah, dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya. Sebab tidak semua orang bisa melihat endih. Juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak. Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat dengan orang mati.

Orang ngeleak hanya shoping-nya di kuburan (pemuwunan). Apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik sesuai karmanya. Begini bunyi doa leak memberikan berkat :

Ong, gni brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta. mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahatama. ong rang sah, prete namah.

Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikan sebagai tirta. Nah, di sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam. Dikatakan bahwa leak ke kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu. Kenapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan.

Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan.

Kenapa demikian? Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit. Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra. Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan.

Di Jawa tradisi ini disebut tirakat. Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari. Ada tujuh tingkatan leak. Leak barak (brahma). Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api. Leak bulan, leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, leak siwa klakah. Leak Siwa klakah inilah yang tertinggi. Sebab dari ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.

Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu. Di sinilah penganut leak sering kecele, ketika emosinya labil. Ilmu tersebut bisa membabi buta atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama perguruan. Sama halnya seperti pistol, salah pakai berbahaya. Makanya, kestabilan emosi sangat penting, dan disini sang guru sangat ketat sekali dalam memberikan pelajaran. Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang. Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut penestian. Ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam.

Ada pun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi. Setelah emosi barulah dia bereaksi. Emosi itu dijadikan pukulan balik bagi penestian. Ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana. Ini disebut pengiwa (tangan kiri).

Kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri. Pengiwa banyak menggunakan rajah-rajah (tulisan mistik). Juga pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgent di lab. Yang paling canggih adalah cetik (racun mistik). Aliran ini bertentangan dengan pengeleakan. Apabila perang, beginilah bunyi mantranya, ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan segara gni…bla…bla…..

Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di Kuburan pada saat tengah malam.

Sumber: Lontar Panestian: koleksi pribadi

sumber: milis HDnet

Posted in Spiritual dan magis | Tagged | Leave a comment

Puisi dari teman

Puisi dari teman :::( tulisan shandy)

aku merindukan matahariku disini,

dingin,

dingin,

yang ada hanya rasa dingin,

aku ingin pulang,

pada matahariku,

cintaku,

Baliku…

————————————————————————

Kerinduan yang menghadirkan kegundahan..

menari-nari diatas pusara hatiku..

menyanyikan kegalauan hati…

mengisyaratkan kesepianku..

kau…

menghadirkan kerinduan yang nyata…

meninggalkanku pada kesunyian jiwa…

—————————————————————————————————–

Sesaat ku rasakan kebahagian yang dulu tidak pernah aku dapatkan….
Perkataan indah yang terucap dari bibir mereka telah meringankan bebanku dan membuatku berharap lebih terhadap hari indah ku….
Sejuta sayang telah ku curahkan kepada mereka…
Pikiranku yang semula buruk terhadap mereka telah ku gantikan dengan kasih yang tulus…
Perkataan indah mereka telah membuatku terhanyut dalam kebahagiaan yang selama ini ku cari dalam hidupku yang gelap..
Telah ku anggap mereka bagian hidupku di saat itu…
Sampai semuanya berubah…
Bukan suatu hal itu yang membuatku berfikir terbalik…
Bukan karena itu yang membuat hancur hatiku..
Tidak pernah terpikir olehku mereka akan melakukan hal tersebut kepadaku..
Pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat tersiksa…Tanpa tersadar curahan air mata telah membanjiri wajahku…
Batinku terobek-robek mengingat semua yang dulu pernah mereka katakan padaku…
Aku tidak punya hak untuk marah terhadap mereka..itu kebebasan mereka untuk menyakiti hati setiap orang..
Aku hanya ingin tau alasan mereka melakukan hal tersebut terhadapku
Seburuk itu kah aku Tuhan…….
Aku tau semua itu kesalahan diriku,mungkin kesalahan ku terlalu besar kepada mereka Tuhan, tapi mengapa,mengapa mereka tidak memberi aku kesampatan untuk memperbaikinya…
Tanpa aku ketahui apa kesalahanku, mereka telah menghianati aku…..
Mampukah aku Tuhan,,,mampukah aku menyayangi orang lain seperti aku dulu menyayangi mereka….

————————————————————————————————————————————————-

Posted in Puisi dan Sajak | Tagged | Leave a comment

Taman Ardha Chandra

Taman Budaya awalnya merupakan sebuah Proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar  yang dibentuk pada tahun 1969 yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini merupakan gagasan dari almarhum Prof. dr. Ida Bagus Mantra. Proyek ini diberi nama ‘Werdhi Budaya/ Art Centre, dan kemudian pada tanggal 16 Agustus 1978 dikembagakan dengan nama ‘Taman Budaya’. Taman Budaya terletak di Jalan Nusa Indah ± 2 km ke arah timur dari pusat Kota Denpasar. Di tempat ini terdiri beberapa gedung yang menjadi daya tarik wisata :

  1. Mahudara Mandara Giri Bhuwana merupakan gedung tempat pameran karya seni
  2. Ardha Candra adalah panggung terbuka yang biasa dipergunakan untuk pementasan kolosal
  3. Ksirarnawa (panggung tertutup) yang digunakan untuk pementasan kesenian kolosal, serta masih banyak lagi gedung lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan.

Taman Budaya/Art Centre senantiasa digunakan sebagai pusat penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali setiap tahunnya pada sekitar pertengahan bulan Juni s/d Juli.bila anda memiliki waktu yang terbatas taman budaya/Art Center ini tepat sebagai objek visual yang mempresentasikan bali seutuhnya,banyak hal menarik yang mengandung nilai nilai kebudayan bali yang terdapat disini.

Posted in Wisata di Bali | Tagged | Leave a comment

Amed Bali

Amed terletak di salah satu teluk di timur laut Pulau Bali. Wilayah ini dulunya terkenal dengan garam lautnya yang diprodukis secara tradisional dan terkenal karena keindahan alamnya. Saat ini Amed juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata bawah air di Pulau Bali.

Salah satu tempat rekreasi penyelaman di Amed bernama Jemeluk. Para penyelam menggunakan kapal tradisional Jukung untuk mencapainya. Disana mereka bisa melihat penyu, hiu karang, dan ikan pari (tergantung dari kedalaman penyelaman) disamping pemandangan terumbu karang yang sangat indah.

Sekitar 10 meter dari salah satu bibir pantai Amed terdapat kerangka kapal patroli Jepang pada zaman Perang Dunia II yang karam. Lokasi ini juga dijadikan salah satu daerah wisata selam, seperti yang terdapat di Tulamben.

Posted in Desa di Bali | Tagged | Leave a comment

AstaBrata

Disamping tingkah laku dan sifat-sifat baik serta cara-cara pengendalian diri termaksud diatas, manusia hendaknya juga dapat meniru sifat-sifat baik Asta Dewata (Delapan Dewa atau delapan sinar suci kebesaran Tuhan). Meneladani sifat-sifat baik Delapan Dewa ini berarti mengendalikan keinginan. Dengan demikian Asta Brata berarti mencontoh sifat-sifat baik Delapan Dewa dalam rangka usaha untuk mengendalikan diri. Sifat-sifat baik ini bermanfaat sekali bagi mereka yang memegang tampuk kepeminpinan.

Adapun Delapan Dewa yang sifat-sifatnya perlu diteladeni oleh umat Hindu adalah :

1. Dewa Surya atau Dewa Matahari
2. Dewa Candra atau Dewa Bulan
3. Dewa Bayu atau Dewa Angin
4. Dewa Kuwera atau Dewa Kekayaan
5. Dewa Baruna atau Dewa Lautan
6. Dewa Agni atau Dewa Api
7. Dewa Yama atau Dewa Atman
8. Dewa Indra atau Dewa Hujan

Manusia atau setidak-tidaknya para pemimpin hendaknya memiliki delapan sifat baik dari para Dewa tersebuta diatas. Paling tidak mereka harus berusaha untuk memiliki sifat-sifat Delapan Dewa termaksud. Dibawah ini adalah uraian lebh jauh mengenai sifat-sifat baik Delapan Dewa tersebut :

1. Dewa Surya

Sifat-sifat baik Dewa Surya atau Dewa matahari perlu ditiru oleh umat Hindu. Matahari adalah sumber kehidupan. Matahari memberikan sinarnya tanpa pilih kasih. Matahari juga meniadakan kegelapan dan memberi kekuatan kepada alam semesta. Umat Hindu khususnya para pemimpinnya seharusnya dapat meniru sifat-sifat baik Dewa Matahari. Mereka harus memberikan perhatian terhadap sesamanya tanpa pilih kasih. Mereka harus memberikan semangat dan dorongan kepada sesamanya agar dapat bekerja dengan baik. Mereka juga harus mempu memberikan bimbingan dan pendidikan agar manusia terhindar dari kegelapan atau kebodohan tanpa pilih kasih atau membeda-bedakan pangkat atau kedudukan.

2. Dewa Candra

Dewa Candra atau Dewa Bulan juga perlu diteladeni sifat-sifat baiknya. Bulan memancarkan sinarnya dengan sangat lembut. Bulan memberikan sinar terang dimalam gelap. Umat Hindu setidak-tidaknya para pemimpinnya, hendaknya selalu bersikap lemah lembut, ramah tamah, murah senyum dan tidak mudah marah. Mereka juga harus dapat menciptakan ketenangan dan ketentraman dalam lingkungannya. Disamping itu mereka juga harus dapat membantu sesamanya yang dalam kesusahan atau kegelapan.

3. Dewa Bayu

Dewa Bayu atau Dewa Angin sifat-sifatnya juga perlu diikuti oleh umat manusia. Angin atau udara memberikan kehidupan kapada manusia. Tanpa udara manusia tidak bisa hidup. Tiupan angin juga memberikan kesejukan kepada manusia yang dapat menghidarkannya dari rasa gerah atau kepanasan. Umat Hindu atau setidak-tidaknya para pemimpinnya, hendaklah dapat mendorong seseorang untuk hidup rukun, hidup penuh dengan toleransi atau timbang rasa, sehingga dijauhkan dari silang sengketa yang dapat menimbulkan perkelahian sampai kematian. Mereka juga harus dapat menciptakan suasana sejuk, suasana yang segar, sehingga terjalin suatu kerjasama yang baik.

4. Dewa Kuwera

Sifat-sifat baik Dewa Kuwera atau Dewa Kekayaan adalah menjaga harta benda atau kekayaan dengan sebaik-baiknya demi untuk kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Kekayaan atau harta benda yang dimiliki hendaklah dipakai untuk tujuan baik. Janganlah mempergunakan kekayaan sebagai alat untuk menyombongkan diri. Sebaliknya pergunakanlah kekayaan itu untuk membantu orang lain yang serba kekurangan. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang sejahtera dan terhindar dari penderitaan. Namun kekayaan hendaknya selalu dijaga dan dipelihara serta dimanfaatkan agar dapat berkembang dan menghasilkan. Kekayaan hendaknya tidak dihambur-hamburkan. Umat Hindu setidak-tidaknya para pemimpinnya, hendaklah dapat menjaga dan memelihara harta benda yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya.

5. Dewa Baruna

Meneladani sifat-sifat baik Dewa Baruna yeng selalu menjaga ketenangan, menegakkan keadilan dan kebenaran, selalu waspada atas kemungkinan terjadinya gejolak/kejahatan dan selalu menghukum siapa saja yang berbuat jahat adalah baik sekali. Manusia, terutama para pemimpin, hendaknya selalu menghormati peraturan dan ketentuan yang berlaku dan tidak mencoba untuk melanggarnya. Mereka juga harus selalu waspada terhadap kejahatan yang mungkin timbul, serta berani bertindak tegas dalam menghadapinya. Mereka juga harus berani menegakkan kebenaran dengan menghukum orang-orang yang salah. Sebaliknya mereka harus mampu melindungi atau mengayomi orang-orang yang tidak berdosa, terutama orang-orang kecil, khususnya orang-orang yang berada dalam posisi lemah, dalam keadaan susah atau menderita.

6. Dewa Agni

Sifat-sifat Dewa Agni adalah melenyapkan atau “membakar” setiap orang yang berbuat jahat, mampu menguasai ilmu pengetahuan kerohanian, disamping juga mampu bertindak sebagai orang suci, sanggup membantu orang lain secara tulus ikhlas dan tanpa pamrih, serta berani bertindak sebagai kesatria dalam melawan musuh. Manusia, khususnya para pemimpin, hendaknya berbudi luhur (suci), arif dan bijaksana, mampu melawan musuh, baik yang berada diluar maupun didalam dirinya sendiri, serta sanggup menghadapi dan memecah setiap kesulitan. Mereka juga harus sanggup menimba ilmu pengetahuan dan selanjutnya mengajarkannya kepada orang lain secara tulus ikhlas.

7. Dewa Yama

Meniru sifat-sifat baik Dewa Yama yang selalu memegang teguh keadilan dan kebenaran serta berani menghukum orang-orang yang bersalah adalah bagus. Umat Hindu, khususnya para pemimpinnya, hendaknya selalu berlaku adil, selalu menjaga kebenaran dan berani bertindak tegas untuk menjatuhkan hukuman kepada siapa saja yang berbuat jahat dan salah. Sebaliknya mereka harus berani melindungi, bahkan membela orang-orang yang benar.

8. Dewa Indra

Dewa Hujan atau Dewa Indra sifat-sifat baiknya adalah melindungi orang-orang kecil dan orang-orang yang sangat memerlukan bantuan. Umat Hindu, khususnya para pemimpinnya, hendaklah mampu dan berani memberikan “hujan” perlindungan kepada rakyat kecil, terutama terhadap orang-orang yang berada dalam kesulitan. Perlindungan yang diberikan akan dapat menimbulkan ketenteraman dan kebahagiaan bagi masyarakat kebanyakan. Pada gilirannya rakyat kecil akan memperoleh “hujan” kesejahteraan.

SC : http://suryadistira.blogspot.com

Posted in Agama | Tagged | Leave a comment

Meditasi Pikiran

Pikiran Tenang, Tubuh Bugar Dengan Meditasi Kesehatan

Mungkin Anda masih ingat dengan ungkapan lama yang masih sering disebut-sebut hingga sekarang ? “Menzana Corpore Zano” yang berarti ‘Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” Ada yang mengatakan bahwa ungkapan ini sebenarnya salah kaprah, keliru besar. Coba Anda perhatikan mereka yang ada di rumah sakit jiwa, secara fisik mereka sehat namun dalam faktor kejiwaan mereka dikatakan tidak sehat. Bukankah ungkapan tersebut dapat dikatakan keliru besar ? Begitupun sebaliknya. Orang yang secara fisik sakit / cacat memiliki jiwa yang sehat.
Secara jujur diakui oleh sejumlah dokter dan mereka yang menekuni dunia kejiwaan (psikologi) bahwa tubuh dan pikiran yang merupakan salah satu bagian dari jiwa mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Gangguan pada salah satu bagian, akan menyebabkan gangguan pada bagian yang lainnya.
Seperti yang kita ketahui, apapun yang bergetar pada pikiran akan menimbulkan dampak pada jasmani. Demikian juga sebaliknya, apapun yang kita lakukan dengan jasmani dan ucapan akan menimbulkan catatan dalam pikiran dan tersimpan dalam memori kita. Catatan buruk di memori dari hasil perbuatan atau ucapan kita, pada suatu saat, akan menimbulkan rasa sakit dan sejumlah keluhan kesakitan.
Demikian kuatnya hubungan antara pikiran, jasmani, dan sejumlah keluhan sakit yang muncul sehingga kita sedini mungkin harus bisa menghindari agar jangan sampai kita sakit karena ulah kita sendiri. Oleh karena itu, Meditasi Usada menggunakan rasa yang muncul di badan sebagai batu loncatan untuk menghapuskan reaksi buruk yang muncul dalam memori dan pikiran kita.
Meditasi Usada adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah yang timbul sehubungan dengan kesehatan pikiran atau mental. Ini harus dilatih dengan baik sehingga menghasilkan manfaat bagi diri sendiri. Secara umum, Meditasi Usada akan menghasilkan manfaat bagi mereka yang mempunyai banyak masalah, seperti kurang percaya diri, sibuk, sedang bingung, selalu merasa takut, cemas, bimbang, merasa tidak puas, putus asa, mudah marah, mudah membenci orang, diperbudak oleh nafsu, ketagihan pada minuman atau obat terlarang, dan berbagai masalah lainnya.
Latihan meditasi digunakan untuk membiasakan pikiran bergerak dalam bidang yang positif. Dalam latihan meditasi, seseorang dikondisikan untuk selalu menyadari setiap saat segala sesuatu yang dikatakan, dilakukan dan dipikirkan. Latihan ini dilakukan dengan selalu merenungkan kata-kata: “Saat ini saya sedang apa?” Latihan ini diperlukan karena dari waktu ke waktu, pikiran seseorang selalu berlompatan ke masa lampau maupun yang akan datang. Amat sangat jarang pikiran menyadari kesibukan yang sedang dilakukan saat ini. Pemikiran tentang masa lampau yang pahit hanyalah akan menimbulkan penyesalan.
Sebaliknya, bila kenangan manis yang diingat, orang hanya akan terbuai oleh bayangannya saja. Apabila, pikiran melihat masa depan yang suram, akhirnya orang stres; masa depan cerah pun kadang hanya berhenti sampai pada angan-angan atau mimpi saja.
Meditasi membiasakan seseorang menyadari bahwa hidup adalah saat ini. Tadi kita sudah pernah hidup, tetapi sudah tidak hidup. Nanti kita akan hidup, tetapi belum tentu hidup. Saat inilah hidup. Manfaatkanlah. Kesadaran akan hidup saat ini akan memacu semangat hidup agar dapat memanfaatkan setiap momen kehidupan dengan sebaik-baiknya. Tidak akan ada waktu yang terbuang untuk bermalas-malasan. Setiap waktu sedemikian berharganya .
Selain itu, meditasi akan dapat meningkatkan konsentrasi kerja seseorang sehingga dengan demikian daya kreatifitas akan dapat muncul. Ide dan gagasan cemerlang muncul dengan mudah.
Dalam bermeditasi, pikiran memang sukar diawasi. Dengan latihan yang tekun dan melakukan semua petunjuk dengan benar, setiap orang bisa menciptakan pikiran harmonis (pikiran yang mengandung konsentrasi, kesadaran, dan kebijaksanaan) dalam dirinya masing-masing. Kondisi ini akan sangat membantu dalam proses penyembuhan pada segala macam trauma yang muncul dalam pikiran dan juga masalah penyakit yang kadang-kadang terasa aneh di dunia kedokteran modern.
Tidak terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa Meditasi Usada merupakan cara yang mudah dan murah untuk menjaga kesehatan secara mental atau pikiran.

Pikiran harmonis
Meditasi kesehatan akan melatih setiap orang agar memiliki pikiran harmonis, pikiran yang mengandung konsentrasi, kesadaran, kebijaksanaan, dan cinta kasih. Ini merupakan tahap dasar dari meditasi kesehatan. Pikiran akan memiliki kualitas yang baik.
Pikiran harmonis inilah yang selanjutnya dipergunakan untuk merasakan badan, bagian demi bagian. Dengan demikian, kita memberikan energi yang baik untuk tubuh. Tidak hanya bagian tubuh tertentu, namun untuk seluruh bagian tubuh. Dalam tahap terakhir, akan diajarkan bagaimana caranya untuk menyembuhkan sakit-sakit yang ada di badan dengan pikiran harmonis.
Pikiran harmonis yang telah terlatih ini, tidak hanya dapat dipergunakan untuk menyembuhkan badan. Di sisi lain, pikiran harmonis dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa menerima segala kondisi yang ada seperti apa adanya, mengendalikan emosi, menghilangkan tekanan yang muncul dari kehidupan ini, dan berbagai reaksi buruk yang ada dalam memori. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menjadi orang yang lebih bahagia.
Dengan ungkapan lain, pikiran harmonis akan membuat pikiran kita menjadi lebih tenang sehingga tubuh menjadi lebih bugar. Karena dengan pikiran yang tenang kita bisa melakukan aktifitas dengan baik. Tentu saja, kondisi ini harus dipelihara dengan baik setiap hari. Alangkah baiknya bila setiap orang dapat memelihara pikiran harmonisnya dengan baik, dengan selalu berlatih meditasi setiap hari, dua kali dalam sehari. Lebih baik lagi, bila pikiran kita sudah terampil dan selalu eling, waspada dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti halnya pisau, kalau digunakan setiap hari pasti akan tumpul. Begitu juga dengan pikiran atau jasmani kita, bila hanya digunakan setiap hari tanpa dijaga maka dia akan lemah, banyak menyimpan reaksi buruk dari lingkungan yang kian lama akan menjadi penyebab munculnya penyakit baik pada jasmani atau pikiran kita. Bukankah Anda tidak ingin mengalami hal yang menyakitkan di kemudian hari ? Mengapa Anda tidak mulai melakukan langkah yang mudah ini, yaitu dengan Meditasi Usada ? Syarat utama yang diperlukan disini adalah tekad yang kuat. Bagaimanapun sulitnya, dengan tekad yang kuat Anda pasti bisa menjaga pikiran agar selalu prima dan terkontrol sehingga secara tidak langsung jasmani Anda pun akan terjaga. Dengan kata lain, ungkapan di atas akan menjadi kenyataan. (DP/Dari berbagai sumber)

Posted in Yoga dan Meditasi | Tagged | Leave a comment